- Beranda
- ARTIKEL BERITA
- Pembelajaran Pengolahan Limbah Serat Alam
Pembelajaran Pengolahan Limbah Serat Alam
Kamis, 20 Februari 2020 - WIB

Pengolahan Limbah Serat Alam (Pelepah Pisang Menjadi Kerajinan)
Â
Sampah di lingkungan sekolah tidak hanya berupa sampah plastik dan sampah kertas. Lingkungan sekolah yang asri juga menciptakan banyak limbah dari tanaman seperti daun yang berguguran, batang pohon yang mengering dan lain sebagainya. Salah satu limbah dari tanaman yang ada di lingkungan SMP Negeri 8 Salatiga adalah limbah dari pohon pisang. Pohon pisang yang telah dipanen akan meninggalkan sisa pelepah pohon pisang yang sering terbuang begitu saja.
Melihat banyaknya pelepah pisang yang ada, membuat guru dan siswa berinovasi untuk memanfaatkan limbah tersebut. Limbah pelepah pisang yang ada dikreasikan menjadi beberapa barang yang lebih bermanfaat dan memiliki nilai jual tinggi seperti tempat tisu, tempat pensil, kap lampu, sandal, pigura foto hingga lukisan.
Salah satu kreasi yang dibuat oleh guru dan siswa SMP Negeri 8 Salatiga adalah tempat tisu, berikut proses pembuatannya
Alat dan Bahan
- Pelepah pisang
- Kardus bekas
- Biji – bijian kering (penghias)
- PensilÂ
- Lem dengan daya lekat tinggi
- Gunting
Cara membuat :
- Siapkan pelepah pisang yang sudah kering, kemudian pelepah pisang ditempelkan pada kardus bekas yang akan menjadi dasar untuk menjadi tempat tisu
- Proses pengeleman menggunakan lem yang memiliki daya lekat tinggi
- Diamkan beberapa menit agar pelepah pisang menempel dengan kuat
- Bila sudah kering, hias tempat tisu tersebut dengan menggunakan biji – bijian kering atau menggunakan hiasan lain agar terlihat lebih menarik
- Lumuri tempat tisu dengan cairan melamin agar warnanya lebih mengkilat lalu keringkan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa menjadi terbiasa untuk memanfaatkan limbah apapun yang ada disekitarnya. Sehingga, tidak banyak sampah yang terbuang begitu saja.

Kunjungan hari ini : 208
Total pengunjung : 285361
Pengunjung Online: 5