KEPALA SEKOLAH
PENGUMUMAN TERBARU
STATISTIK PENGUNJUNG
    Kunjungan hari ini : 52
    Total pengunjung : 294878
    Hits hari ini : 64
    Total Hits : 644493
    Pengunjung Online: 2

Pembiasaan Ibadah Sholat Duha untuk siswa SMP Negeri 8 Salatiga

Jumat, 02 Maret 2022 - WIB


Oleh: Muhammad Da’i Sholih, S.Pd.

SMP Negeri 8 Salatiga – Dalam UU RI No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas dan UU RI No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, bab I pasal 1 disebutkan. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara.”

Dari uraian di atas dapat dijelaskan bahwa pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana. Artinya dalam mendidik anak diperlukan unsur sengaja dan direncanakan, agar anak didik berakhlak mulia dan memiliki kekuatan spriritual keagamaan yang cerdas, kuat, dan mandiri.

SMP Negeri 8 Salatiga dalam mewujudkan hal tersebut menanamkan pembiasaan ibadah kepada seluruh siswa. Diawali pagi hari jam 07.00 pagi siswa berkumpul di mushola dan lapangan untuk bersama-sama membaca Asmaul Husna, dilanjutkan jamaah sholat dluha dan zikir.

Pembiasaan beribadah sejak dini itu sangat penting bagi siswa. Hal ini merupakan kunci sukses bagi mereka untuk meraih sukses dalam arti yang sebenarnya pada masa-masa mendatang, khususnya setelah mereka dewasa dan terjun ke masyarakat. Pembiasaan beribadah sejak dini mempunyai banyak manfaat didalamnya. Adapun manfaat di antaranya adalah sebagai berikut:

Pertama, mendidik anak agar berkarakter baik atau berakhlak karimah. Akhlakul karimah adalah sebuah pembiasaan. Siswa yang setiap hari terbiasa berperilaku dan bersikap akhlakuk karimah pastilah dalam kehidupan sehari-hari akan disayanh teman dan lainnya.

Kedua, melatih disiplin dan tepat waktu. Pembiasaan shalat setiap waktu shalat tiba maka secara tidak langsung sudah mendidik siswa berperilaku disiplin dan tepat waktu.

Ketiga, setiap kali beribadah, banyak doa dan keinginan untuk masa depan yang dilantunkan. Ini menjadi modal untuk meraik sukses dimasa depan.

Keempat, menciptakan memori untuk selalu taatan kepada Allah dan Rasul-Nya, sehingga kelak setelah dewasa, mereka akan selalu ingat hal tersebut, dimanapun mereka berada.

Kelima, pembiasaan ibadah sejak dini itu juga mengakrabkan hubungan para guru sebagai pembimbing dan fasilitator beribadah dengan para siswa. Hal tersebut sekaligus sebagai wasilah atau jalan bagi para guru untuk menanamkan nilai-nilai keislaman kepada peserta didiknya.

 

Didalam dunia pendidikan, mendidik anak bukan hanya dia pandai dalam ilmu dunia namun anak harus di bentuk dari segi pendidikan karakternya agar tercipta akhlakul karimah.